Senin, 12 Maret 2012

Oleh-oleh Khas Kuningan Diburu Wisatawan

Tape ketan dan jeruk nipis peras diburu oleh wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Permintaan oleh-oleh khas Kuningan tersebut meningkat karena makin banyaknya pengunjung yang datang ke berbagai tempat wisata di lembah Ciremai.
“Permintaan oleh-oleh khas Kabupaten Kuningan dua pekan terakhir mengalami peningkatan cukup tajam dibandingkan sebelumnya, memasuki H-7 hingga kini H+4 konsumen rata-rata membeli tape ketan, jeruk nipis peras,” kata Taty, seorang penjual makanan khas Kuningan di Kuningan, Minggu (4/9/2011).
Ia menambahkan jumlah pengunjung ke Kabupaten Kuningan terus meningkat setelah objek pariwisata di sana mulai berkembang. Sehingga semakin marak pula penjual oleh-oleh khas daerah setempat. Sejak berjualan makanan khas Kuningan, daya beli masyarakat cukup baik.
Sebelum berjualan, Taty mengaku berprofesi sebagai petani ubi jalar. Namun, ia lebih memilih berjualan oleh-oleh karena penghasilannya menjanjikan. Sejak H-7 hingga sekarang, pendapatan yang ia peroleh mencapai puluhan juta.
Ia menuturkan makanan khas Kuningan diawali dengan penjualan tape ketan hitam dan ketan putih dengan kemasan plastik biasa. Kemudian berkembang kemasan ember ukuran kecil, sedang, hingga besar. Lalu menyusul jeruk nipis peras yang kini sangat diminati wisatawan berbagai daerah.
Makanan khas lain yang cukup tinggi peminatnya saat musim libur lebaran, di antaranya, gemlong, jeruk nipis peras, leupeut dan tahu lamping. Padahal sebelum wisata berkembang semua makanan khas tersebut kurang diminati.
Sementara itu, Yayah, pedagang makanan khas Kuningan lainnya menuturkan perkembangan dunia wisata di berbagai wilayah Kuningan mulai dari pemanfaatan sumber mata air untuk dijadikan kolam renang dan pemandian air panas. Hal itu membantu masyarakat setempat mengembangkan usaha makanan khas.
Permintaan berbagai jenis oleh-oleh Kabupaten Kuningan semakin meningkat, seiring dengan gencarnya promosi pemerintah terkait usaha pariwisata. Ia mengatakan perkembangan usaha pariwisata Kabupaten Kuningan dapat menciptakan dunia usaha baru untuk perkembangan pembangunan ekonomi masyarakat setempat.
Berdasarkan pengalaman pertama kali berjualan tape ketan Kuningan, kata Yayah, hanya satu ember yang terjual, karena wisatawan belum mengenalnya. Namun kini makanan khas Kuningan tersebut menjadi primadona. Pada libur lebaran, 100 ember setiap hari terjual.
Anwar, penjual makanan khas Kuningan di Jalan Cilimus, mengaku setelah ramai pariwisata Kuningan pedagang makanan khas kini bermunculan. Awalnya hanya beberapa toko sekarang sepanjang Kuningan kota hingga perbatasan Cirebon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar