Selasa, 06 Maret 2012

Seringkali, kalau kita diskusi tentang oleh-oleh tradisional kita akan dihadapkan dengan proses produksi yang benar-benar berdasarkan tradisi. Kemasan juga sangat biasa saja. Memang, hal ini menunjukkan satu keunikan tersendiri. Nggak ada yang salah donk sama hal itu, selama apa yang dibuat tetap dilakukan sebagai standar kesehatan yang baik.
Nah, beberapa pelanggan belon tentu cocok dengan yang model tradisional tersebut.
Mereka juga pengin mencicipi makanan atau oleh-oleh khas nusantara lho, cuman rasa khawatir akan hal hiegine ini tak ingin dikhawatirkan. Misalnya, mereka tetap pengin dikemas dengan baik, tahu kapan kadaluarsanya, dapat mudah dibawa atau dikemas serta familiar dengan sense of modernity. Hehehe… gak gampang, tapi bukan berarti nggak ada. Ini adalah salah satunya.
Temen-temen semua tentunya tau Opak bukan?
Kita mungkin lebih familiar dengan kerupuk beras (karena terbuat dari beras ketan atau beras biasa). Nah, si opak ini memang makanan tradisional dan mudah dijumpai kalau kita berkunjung ke wilayah-wilayah Jawa Barat. Misalnya coba maen ke Bandung deh… pasti bisa dengan mudah ditemukan.
Opak yang satu ini namanya Opak Kartika, “Karya ti Kampung” demikian tagline-nya.
Hehehe.. pasti temen-temen akan tertarik dengan kemasannya yang menurut aku sudah masuk katagori profesional.
Kemasannya modern, desain kemasan juga asik, dan penggunaan unsur plastik supaya penyimpanan serta penanganannya mudah.
Belon lagi ada penanda produksi dan tanggal kadaluarsa. Pokoke mantap dah.
Dengan penerapan standar-standar seperti ini, tentunya makanan khas tradisional masuk ke level yang satu tingkat lagi yang lebih baik. Serasa siap untuk go International gitu deeeh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar